RSS

Jeritan hati malaikat kecil



              Matahari balum bangun dari peraduannya tapi seorang anak kecil sudah bersiap-siap untuk pergi kejalanan guna mencari uang. Ia segera bergegas mandi dan shalat subuh. Selesai shalat ia berdo’a agar hari ini mndapat uang yang lebih dari hari kemarin. Tanpa sarapan pagi ia segera berpamitan kepada ibunya yang tergeletak tak berdaya di atas tempat tidur yang kalau di lihat-lihat itu sama sekali tak layak disebut tempat tidur. Yaa ,,,beliau merupakan seseorang yang sangat berharga bagi anak kecil itu, bagi dia sosok wanita tua itu adalah satu-satunya orang yang menyayanginya dan selalu setia menemaninya dikala sedih maupun senang.
                Tak terasa matahari sudar menyinari kota metropolitan ini. Hari ini cuaca sangat terik,jalanan mulai panas, debu-debu menyelimuti jalanan itu namun keadaan ini tak menyurutkan semngat anak itu untuk mencari uang. Kini tiba giliran si lampu merah yang menyala, betapa senangnya hati anak itu ketika kendaraan-kendaraan yang melaju di jalanan itu berhenti, ia segera berlari menuju kendaraan-kendaraan yang berhenti dan mengalunkan lagu-lagu sederhana dengan alat musik yang terbuat dari beberapa tutup botol minuman yang ditancapkan dengan paku kesebatang kayu.
Di sisi lain,di rumah mungil tempat anak itu tinggal, ibunya yang sedang sakit parah itu merasa sudah tidak kuat lagi, sepertinya malaikat maut sudah menjemputnya untuk pergi ke surga. Dan benar ibu anak itu kini telah menghembuskan nafas terakhirnya diatas ranjang yang terbuat dari  kasur kapuk yang sangat kumuh. Namun  sepertinya beliau masih tak mau membuat anak semata wayangnya sedih ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum bahagia di wajahnya. Mataharipun sudah mulaiberjalan menuju peraduannya, dengan hati gembira ia kembali kerumah sepertinya ia sudah tak sabar ingin menunjukkan uang hasil mengamennya ke ibunya. Di tengah perjalanan menuju rumah  anak itu membeli 2 bungkus               nasi goreng karena ia teringat mungkin ibunya dari pagi belum sarapan. Sesampainya dirumah ia membangunkan ibunya, ia pikir ibunya sedang tidur tapi lama ia membangunkan ibunya masih tak ada respon ia pun sangat panic dan berteriak minta tolong. Mendengar teriakan anak itu seorang laki-laki tetangganya dating melihat apa yang sedang terjadi, setelah anak itu menceritakan keadaan ibunya laki-laki itu memeriksa ibu anak itu dan ternyata ibu anak itu meninggal. Anak itu sangat sedih , hatinya sangat menyesal karena belum sempat ia membahagiakan ibunya. Setelah ibunya dimakamkan tepat diatas pusara ibunya anak itu berjanji akan menjadi anak yang sukses dan bias membuat ibunya bahagia di atas sana. Karena ia percaya meskipun ibunya sudah tak bisa berada disampingnya lagi di dunia ini tapi di surge iibunya pasti bias melihat dan memberinya semangat.
                Sudah 1 bulan lamanya ia hidup sendirian,tanpa kasih sayang seorang ibu tapi ia tetap bekerja keras mencari uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia pun juga tak pernah mengeluh. Suatu hari ia melihat seorang wanita di depan mall yang sedang kecopetan lalu ia segera membantu wanita itu. Untunglah ia sangat pandai beladiri dan bisa mengalahkan copet itu. Karena anak itu sangat baik  wanita itu menggangkatnya menjadi anak dengan senantiasa anak itu menyambut kebaikan wanita itu.
                Anak itu di sekolahkan wanita itu ke sekolah elit di daerah itu. Anak itu termasuk anak yang pandai sekali. Beberapa tahun kemudian anak itu menjadi orang yang sukses, ia teringat akan sosok wanita tua yang membesarkannya di gubuk yang terbuat dari kardus ,tepatnya ibu kandungnya. Ia meminta izin kepada kedua orang tua angkatnya untuk pergi berziarah makam ibunya. Sesampainya disana ia menangis bahagia dalam hatinya ia berkata " Ibu aku datang untuk menepati janji ku,,,kini aku sudah menjadi orang yang ibu inginkan...Semoga ibu tenang disana....
* Sayangilah kedua orang tuamu dan jangan sampai kau menyakiti hati mereka, karena  sudah banyak pengorbanan mereka untuk kita *              

Penyesalan...


          Sore itu angin berhembus sangat kencang dilengkapi dengan suara petir yang menyambar bersahutan, tetesan air dari langit pun turun gengan derasnya. Dibalik jendela kamar terlihar seorang gadis yang sedang menikmati pemandangan diluar rumahnya itu. Dalam hatinya berkata Tuhan apakah mungkin dia akan datang malam ini ?? Pertanyaan itu selalu menghantui pikirannya. Di lain sisi ia mengharapkan kedatangan laki-laki itu namun di benak hatinya ia juga tidak mengharapkannya. Hujanpun mulai reda, malam ini menjadi sangat dingin. Gadis itu mengurung dirinya di kamar tak lama kemudian dating seorang laki-laki mengenakan kaos putih dengan celana jeans hitam yang mengetuk pintu rumahnya dan memanggil manggil nama gadis itu. Buat gadis itu suara itu adalah suara yang paling tidak ia harapkan, untuk memastikannya siapa yang dating ia mengintipnya dari balik jendela kamarnya dan ternyata benar sosok yang berdiri dibalik pintu itu adalah seseorang yang tidak diharapkannya. Dia adalah “Freak boy” julukannya buat laki-laki itu.
          Yaaa,,,bagi gadis itu laki-laki tersebut sangat aneh tapi justru keanehannya itulah yang membuat gadis itu ada sedikit perasaan padanya. Gadis itu tetap menghiraukan keberadaan laki-laki itu. Merasa tak ada yang menanggapi,laki-laki itu meninggalkan rumah bercat putih itu. Mungkin dengan perasaan yang sedikit kecewa, sebelum meninggalkan rumah gadis itu laki-laki itu meninggalkan sebuah bingkisan warna ungu di depan pintu.
          Setelah laki- laki itu pergi, gadis itu penasaran dengan bingkisan yang ditinggalkannya. Dia membuka pintu dan mengambilnya, dan dibawalah bingkisan warna ungu itu kedalam kamarnya. Ternyata bingkisan itu berisi setangkai  bunga mawar putih dan semua foto-fotonya. Didalam bingkisan juga ada selembar surat yang bertuliskan..

“hai gadis kecilku, mungkin selama ini aku terlihat cuek dan aneh, tapi sebenarnya sudah lama aku memperhatikanmu aku juga tahu semua tentangmu. Sebenarnya sejak lama aku menyukaimu… tapi semua sudah terlambat, mungkin saat kamu memebaca suratku ini,aku sudah tidak ada didunia ini lagi.
                                                     ♥ you…. “gadis kecilku”

Gadis itu sangat kaget melihat isi surat itu,dalam hati ia berkata apa benar dia menyukaiku? Kemana dia sekarang? Kenapa dia berbicara seprti itu? Sepanjang malam gadis itu memikirkan semua perkataan laki-laki itu.pagi yang cerah mata gadis itu terlihat sangat sayu memang dia tak tidur semalaman. Meskipun terasa berat tapi ia tetap memaksakan diri untuk pergi sekolah, ketika ia melewati rumal laki-laki itu , keadaannya sangat aneh. Banyak orang-orang yang berdatangan, di dalm rumanya juga terdengar sayup-sayup suara orang yang menangis, karena penasaran gadis itu mesukki rumah laki-laki itu dan ternyata ditengah ruangan itu ada sosok laki-laki yang terbujur kaku,dengan wajah pucat,dan tersenyum manis yang di selimuti dengan kain putih.
          Dengan perasaan yang sangat cemas gadis itu memberanikan diri untuk mendekati sosok laki-laki itu, karena ia teringat dengan kata-kata yang di tulis laki-laki itu di suratnya. Ternyata benar sosok itu adalah Freak boy, gadis itupun langsung tak sadarkan diri. Beberapa saat kemudian gadis itu sadar dan sangat bingung dengan apa yang dilihatnya sekarang, ia berada dalam ruangan yang penuh dengan foto-fotonya dan bunga mawar putih kesukaannya. Dalam hatinya berkata “ tempat apa ini?? “. Tiba tiba ada sosok wanita setengah baya memasuki ruangan itu ternyata ia adalah ibu laki-laki itu. Wanita itu duduk disebelah gadisitu dan menceritakan semunya. Ternyatalaki-laki itu sudah lama menderita kanker otak yang ganas. Setelah mendengar semua cerita wanita itu, gadis itu terasa sangat tak percaya,ingin rasanya ia berteriak sekeras-kerasnya. Melihat keadaan gadis itu yang seperti orang linglung wanita itu mengajaknya ke makam laki-laki itu. Di makam tepatnya di atas pusara yang masih bertaburan bunga yang sangat harum, gadis itu menangis dan merasa sangat menyesal. Dalam hatinya ia berkata “ Kenapa semua ini terjadi? Apakah aku salah ?? ini tak adil kenapa dia tak mengungkapkan perasaannya dari dulu pada ku??. Pertanyaan itu masih memenuhi pikirannya, namun apa daya tangan tak sampai ajal sudah menjemputnya.
          Diatas sana ,,kini laki-laki itu sudah lega bisa mengungkapkan perasaannya dan tersenyum bahagia sambil mengucapkan “ Aku sayang kamu..Gadis kecilku “.


Ini adalah keluarga besar the First billingual of Spensaba...sudah 3 tahun bersama-sama mulai tahun 2007-2010 tapi kebersamaan itu harus terpisah karena masing-masing melanjutkan ke jenjang pendidikan di berbagai sekolah-sekolah negeri....Tapi meskipun begitu kami tetap kompak dan selalu berkumpul setiap ada waktu :D ...AMIN...!!

Pengorbanan seorang ibu



 Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia 
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap  sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”———-  KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di negeri orang  langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Aku ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! “ tapi semua itu terlambat.
Perlu kita renungkan !
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Tapi, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita? Cemas apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum? Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.
                                                                                          Disadur dari : //idrus-nsadewa.blogspot.com
                                                                                                                                     
     Ini adala teman SMPku Izah Novitri namanya..:) waktu waktu SMP dulu absennya 17 kalo gak salah...hehehe sekarang dia suda berubah Dia sekarang bersekolah di SMAN 1 Puri dulu kelas X-1 tapi sekarang udah naik ke kelas XI IPA 3 loo...:) . Dia sekarang juga berkarudung,,,:D....
PEACE "Ijah bella".......!!

Bersama Keluarga di Kampung lumbung,batu

Bersama saudara saat mau berangkat ke batu :)

 Foto bersama Venylia dwi oktavianti
Foto bersama mama,vicky dan salsa


With sisters and brother :D
ini adalah adek sepupu ku yang terlucu,nyebelin,nduablek,tapi ngangenin banget. Dia ini lucu banget padaha masih umur 2 tahun kalo liat film sedih pasti ikut sedih...hhahahaha kayak ngerti-ngertio critane film itu .... :D

Dimana Letak KeADILAN didunia ini ??


       Kehidupan jaman sekarang sangat aneh...!!
Sangat berbeda dengan jam dulu, sekarang teknologi semakin canggih banyak rumah dan gedung-gedung bertingkat dan aku juga yakin kalau di negara ini tak kurang orang kaya, namun dibalik kemewahan itu masih banyak rumah-rumah kecil dari kardus-kardus bekas yang berdiri. Banyak orang-orang yang meminta-minta untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya bahkan anak-anak kecil dibawah umur yang seharusnya mengenyam bangku pendidikanpun harus turun langsung ke jalanan untuk membantu ke dua orang tuanya...:( Miris memang...di negara yang sudah setengah abad lebih merdeka ini masih ada saja pemandangan sepeti itu...??
Kalau sudah begini siapa yang mesti di salahkan ?? apakah PEMERINTAH ?? haah itu semua salah,kita tak seharusnya menyalahkan pemerintah saja teman,,tapi kita juga harus instropeksi diri apa yang seharusnya kita lakukan,,,!! Kita tidak boleh memikirkan diri sendiri,harus sasling membantu sama lain bukan malah merampas hak-hak mereka yang membutuhkan. Yang lebih penting adalah kita harus selalu ingat kepada TUHAN dan harus selalu bersyukur dengan apa yang diberi-NYA kepada kita. Ingatlah semiskin apapun kita pasti adha yang lebih miskin dari kita. Untuk itu janganlah kalian selalu merasa kurang dan akhirnya melakukan tindakan yang merugikan banyak orang. :D
Copyright 2009 Radhika Edhitya Putri. All rights reserved.
Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates